Rinciannya, sebanyak 39 anak diajukan melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan 36 anak diajukan melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.
Eri menegaskan, validasi dilakukan secara ketat. Pemkot Surabaya memprioritaskan anak-anak yang lahir dan tinggal di Surabaya agar perlindungan hukum yang diberikan tepat sasaran.
“Kami melakukan validasi data dengan ketat. Kami memprioritaskan anak-anak yang memang asli lahir dan tinggal di Surabaya. Jika ada yayasan yang mengambil anak dari luar daerah untuk diperwaliankan di Surabaya, sementara ini tidak kami proses. Kami fokus menjaga anak-anak yang asli Surabaya dulu,” tegasnya.
Dalam penyerahan dokumen itu, Eri juga menitipkan anak-anak tersebut kepada para wali agar dirawat dengan kasih sayang dan mendapat pendidikan yang baik.
“Saya titip putra-putri ini kepada jenengan. Sayangi dan kasihi mereka seperti menyayangi anak kandung sendiri. Tolong bawa mereka ke jalan yang baik melalui pendidikan dan kasih sayang. InsyaAllah, menyantuni anak-anak ini adalah pintu surga dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir untuk Bapak dan Ibu sekalian,” tuturnya.

NOW ON AIR SSFM 100

