“Tujuannya adalah bahwa kita bisa mampu memverifikasi seluruh data penerima bantuan yang layak maupun tidak layak terutama dari penerima bantuan PKH, BPNT dimulainya sampai dengan data-data usul sanggah maupun exclusion error untuk bisa memperoleh kesempatan memperoleh bantuan ya,” tuturnya..
Adhy mengatakan capaian IKD di Jatim saat ini telah mencapai 12,25 persen. Namun, angka tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat jumlah penduduk Jatim yang mencapai 50 juta orang.
“Ya, untuk IKD sendiri kita sudah 12,25 persen ya. Jadi dari target melebihi dari target, tetapi kita akan mencapai 50 juta penduduk, maka kita masih membutuhkan masih banyak lagi,” ucapnya.
Sementara itu, untuk program Perlinsos digital, Jatim telah mencatat sekitar 880 ribu pengguna dari target nasional lima juta pengguna. Untuk mempercepat digitalisasinya, Pemprov Jatim juga akan memperbanyak agen Perlinsos. Langkah ini diambil karena tidak semua masyarakat penerima bantuan memiliki telepon pintar atau akun digital.
Adhy menjelaskan agen Perlinsos tidak hanya berasal dari pendamping sosial atau aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga masyarakat yang bersedia menjadi relawan.

NOW ON AIR SSFM 100

