“Siapapun bisa jadi agen Perlinsos tidak hanya pendamping sosial, ASN dan semua masyarakat yang memang sukarelawan untuk bisa membantu orang sekitarnya yang diperkirakan memang masuk di dalam desil yang membutuhkan bantuan untuk bisa merekamkan diri dan itu sah ya bahwa mereka juga bisa diberi kesempatan,” katanya.
Ia menambahkan RT, RW, dan perangkat daerah diwajibkan ikut menjadi agen Perlinsos karena dinilai dekat dengan masyarakat.
Saat ini jumlah agen Perlinsos di Jawa Timur telah mencapai sekitar 25 ribu hingga hampir 30 ribu orang. “Ya, hampir 30.000. Ya, 25.000-an ya. Jadi setelah ini dipastikan agen akan bertambah.”
Selain itu, dalam rapat tersebut Pemprov Jatim dan Kemensos juga membahas persoalan desil yang kerap menjadi sorotan masyarakat dalam penentuan penerima bantuan sosial.
Menurut Adhy, penentuan desil dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan hasil pemutakhiran data yang dihimpun melalui berbagai kanal Kemensos. “Persoalan Desil ada terkait pemutakhiran data dan juga ada yang error ya,” tuturnya.

NOW ON AIR SSFM 100

