Sabtu, 1 Agustus 2026

Pemprov Jatim Gandeng Australia untuk Perkuat Mitigasi Bencana di Tingkat Desa

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Deswanto Marbun Head of Sub-National Programs SIAP SIAGA saat menggelar audiensi bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi. Foto: Wildan suarasurabaya.net

​Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menekan risiko bencana alam dengan menggandeng Australia melalui program strategis SIAP SIAGA untuk memanajemen kebencanaan sampai ke tingkat desa.

Pembahasan kolaborasi strategis itu berlangsung di Gedung Negara Grahadi yang dihadiri langsung oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur.

Deswanto Marbun Head of Sub-National Programs SIAP SIAGA menjelaskan, fokus program ini untuk meningkatkan kapasitas warga lokal mulai dari tingkat kecamatan sampai desa dalam menghadapi risiko bencana.

“Masukan dari Gubernur agar pelaksanaan Program SIAP SIAGA ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa. Dengan begitu, response time saat terjadi bencana bisa lebih efektif, dan tepat sasaran,” ujar Deswanto dalam pernyataannya, Selasa (16/6/2026).

Sebagai upaya konkret di lapangan, Program SIAP SIAGA berkolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim untuk merumuskan intervensi yang adaptif di level desa.

Contohnya seperti menggelar simulasi menghadapi ancaman tsunami sukses digelar di kawasan pesisir Lumajang. Aksi tanggap bencana ini dipastikan terus berlanjut ke wilayah rawan lainnya.

Deswanto menyebut fokus simulasi pada Juli mendatang akan dilanjutkan dengan mitigasi menghadapi bencana erupsi gunung yang berlangsung di Kabupaten Malang.

“Pada awal Juli mendatang, fokus simulasi akan digeser ke wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di kawasan Gunung Kelud, guna mengantisipasi risiko erupsi gunung berapi,” ujarnya.

Selain itu, pihak Konsulat Jenderal (Konjen) Australia berencana bakal memperpanjang program tersebut yang berakhir pada 2027 mendatang karena melihat Provinsi Jatim memiliki peta kerawanan yang kompleks dengan 14 jenis risiko bencana.

Saat ini, pengembangan program masa depan tengah dirancang dan segera dikonsultasikan secara intensif dengan Pemprov Jatim. (wld/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 1 Agustus 2026
27o
Kurs