Operasional pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya mencapai 22 persen atau setara 9.478 orang dari 25 kloter yang sudah tiba di Asrama Haji Surabaya, Senin (8/6/2026).
“Yang sudah mendarat ada 28 kloter, 29 sudah mendarat tapi belum sampai di asrama haji. Yang sudah kita hitung sampai kloter 25 itu jumlahnya 9.478 atau setara 22 persen. Ini untuk 25 kloter,” kata As’adul Anam Ketua PPIH Debarkasi Surabaya.
Anam mengatakan, di tengah proses pemulangan tersebut pihaknya mencatat terdapat 15 jemaah yang meninggal dunia selama fase kepulangan haji.
Dengan rincian sebanyak 12 orang meninggal di Arab Saudi, satu orang meninggal di Indonesia, dan dua lainnya meninggal saat perjalanan menuju Asrama Haji.
“Kemudian yang wafat di Arab Saudi ada 15 orang, dengan rincian 12 di Arab Saudi satu di sini kemudian dua di Debarkasi, satu di pesawat ya Pak Eri Widianto di pesawat dua di embarkasi sini atas nama Bu Wayan sama Bu Kasiyatim kemarin itu,” ujarnya.
Anam menjelaskan data tersebut khusus untuk fase kepulangan jemaah haji. Sementara jika digabung dengan fase pemberangkatan, jumlah jemaah yang wafat diperkirakan mencapai 52 orang.
“Kemudian yang meninggal 15 Jadi untuk kepulangan aja ya. Untuk kepulangan bukan pemberangkatan kepulangan saja. Sekitar 50-an, sekitar 52-an lah (kalau ditotal saat keberangkatan),” jelasnya.
Selain itu, PPIH mencatat masih ada enam jemaah yang tertinggal di Arab Saudi karena menjalani perawatan kesehatan. Namun satu orang dilaporkan sudah bisa kembali ke Indonesia mengikuti kloter pemulangan selanjutnya.
“Yang tertinggal di Arab Saudi ada enam. Dari dua orang yang satu meninggal, yang satu sudah ikut kloter 20, enam masih di sana,” tuturnya.
Anam memastikan PPIH terus memantau kondisi kesehatan para jemaah yang bertahan di Tanah Suci melalui petugas haji.
Meski demikian, Anam menyebut kondisi kesehatan jemaah haji secara umum pada musim haji tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal itu terlihat dari perbandingan data kesehatan jemaah sebelum dan sesudah pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Ya, sebenarnya secara grafik data itu jemaah yang saat ini itu lebih baik dibandingkan kemarin. Itu saja. Artinya komparasi data itu terkait dengan yang sakit, yang sebelum dan sesudah Armuzna dan sebagainya itu lebih bagus saat ini. Dibanding dengan tahun kemarin,” jelas Anam. (wld/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

