Setelah Polda Banten dan Polda Bengkulu berkoordinasi, makam kemudian dibongkar kembali. Jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan postmortem.
Pencocokan DNA dilakukan untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan salah satu dari delapan orang di KM Arupadatu I yang hingga kini belum ditemukan.
Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal sebagai jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya adalah Warta kapten kapal, Surakman anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto pemandu. Enam dari delapan orang tersebut tercatat sebagai warga ber-KTP Provinsi Banten, meski kepolisian tidak merinci identitasnya.
Maruli memastikan Polda Banten akan terus mendampingi keluarga selama menunggu proses identifikasi dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

NOW ON AIR SSFM 100

