“Karena yang paling dibutuhkan keluarga hari ini adalah dukungan. Yang dibutuhkan keluarga hari ini adalah informasi-informasi, karena keluarga dan kita semua masih memelihara harapan bahwa kawan-kawan kita, saudara-saudara kita ini masih bisa ditemukan. Oleh karena itu kami akan terus menjaga komunikasi untuk berkoordinasi dengan para pihak keluarga,” kata dia.
Pemeriksaan DNA menjadi salah satu upaya untuk memperoleh kepastian setelah operasi SAR selama 10 hari belum menemukan delapan orang tersebut.
Dalam operasi itu, sebanyak 523 personel SAR gabungan telah melakukan penyisiran di perairan dan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau, meliputi wilayah Banten, Lampung hingga Bengkulu. KM Arupadatu I sendiri bersama delapan orang di dalamnya dilaporkan hilang kontak sejak, Senin 7 September lalu. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

