Selasa, 13 Oktober 2026

Pengamat ISESS Minta Polri Cepat Buka Hasil Penggeledahan Agar Tak Jadi Blunder

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tampak luar rumah Febrie Adriansyah Jampidsus Kejaksaan Agung yang sebelumnya dijaga ketat oleh puluhan personel TNI. Foto: Lea Citra suarasurabaya.net

“Makanya kawan-kawan kepolisian ayo cepat cepat semua mendukung kalau proses pemberantasan korupsi itu semua mendukung tetapi kalau ini tidak tidak segera apa dibuka secara resmi itu akan jadi blunder bagi Presiden sendiri,” kata Bambang saat on air di Radio Suara Surabaya, Jumat (10/7/2026).

Sebelumnya, rangkaian penggeledahan dilakukan Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola batu bara, PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel.

Dalam penggeledahan di Restoran De’Clan Signature, rumah di Sentul, Bogor, serta money changer di Cipete, Jakarta Selatan. Penyidik menyita uang tunai berbagai mata uang asing dan rupiah dengan total sekitar Rp476 miliar.

Penyidik juga menyita 74 kilogram emas batangan, dokumen, telepon seluler, serta barang bukti lainnya dengan nilai keseluruhan mencapai ratusan miliar rupiah.

Secara keseluruhan, penyidik telah melakukan penggeledahan di 12 lokasi sebagai bagian dari pengembangan perkara dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
27o
Kurs