Selasa, 13 Oktober 2026

Pengamat ISESS Minta Polri Cepat Buka Hasil Penggeledahan Agar Tak Jadi Blunder

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tampak luar rumah Febrie Adriansyah Jampidsus Kejaksaan Agung yang sebelumnya dijaga ketat oleh puluhan personel TNI. Foto: Lea Citra suarasurabaya.net

Menurut Bambang, jika Polri tidak segera memberikan penjelasan resmi, persepsi publik bisa berkembang negatif. Ia mengingatkan, masyarakat selama ini kerap melihat dinamika antarpenegak hukum sebagai alat tawar-menawar atau bargaining antar elite.

“Terus ujung-ujungnya nanti hanya salam-salaman seperti itu kan, sinergitas dan yang lain-lainnya seperti itu,” ujarnya.

Bambang menegaskan, isu ini tidak boleh ditarik menjadi dukungan terhadap Polri atau Kejaksaan Agung. Substansi yang harus dijaga adalah pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang transparan.

Ia juga meminta Polri dan Kejaksaan Agung menjaga profesionalitas. Jika ada persoalan yang menyangkut individu di dalam institusi, proses hukum harus tetap berjalan tanpa mengganggu kerja kelembagaan.

“Kalaupun kemudian ini menyangkut pejabat di internal kejaksaan maupun kepolisian, ya sebaiknya memang dinonaktifkan lebih dulu agar tidak menghalangi proses penegakan hukum itu dengan benar,” ucapnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
27o
Kurs