Prabowo menilai pendekatan itu semakin penting, ketika dunia menghadapi ketegangan geopolitik, perubahan rantai pasok, hingga sistem keuangan yang semakin terkotak-kotak.
“Kita bertemu di saat yang penuh tantangan. Saat ini, perdagangan kerap dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh rasa saling curiga, dan sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis. Justru karena dunia sedang terfragmentasi, setiap jembatan yang dibangun di sini, baik di bidang pangan, energi, sains, logistik, maupun perdagangan, merupakan sebuah jawaban nyata,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sistem keuangan global yang dapat berjalan berdampingan agar perdagangan internasional tetap stabil.
“Hal ini bukan tentang mengganti satu sistem dengan sistem lainnya, melainkan tentang memastikan adanya sistem keuangan global lain yang dapat beroperasi berdampingan dengan sistem yang sudah ada demi menjaga keberlangsungan, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional,” katanya.
Dalam konteks hubungan Indonesia dan Rusia, Prabowo mengatakan persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun harus diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.

NOW ON AIR SSFM 100

