“Persahabatan tidak bisa hanya hidup dalam sejarah. Generasi kita harus memiliki keberanian untuk menulis babak baru. Mari kita berdiri setara, mari kita menjadi bangsa yang mandiri, mari kita bekerja sama demi kemaslahatan kedua negara, dan mari kita dinilai berdasarkan hasil nyata yang dapat diberikan oleh upaya kita bagi rakyat kita,” ujarnya.
Prabowo juga menilai perdamaian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan dan kesejahteraan. Ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, perdagangan terbuka, serta pembangunan kawasan disebut menjadi bagian dari upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
“Saya memahami bahwa rakyat Rusia memiliki pepatah ‘Odin v pole ne voin.’ Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian. Di Indonesia, kita memiliki konsep serupa yang disebut ‘gotong royong’. Beban seberat apa pun akan terasa ringan jika dipikul bersama,” lanjutnya.
Untuk memperkuat hubungan Indonesia-Rusia, Prabowo mendorong pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung, optimalisasi perjanjian perdagangan bebas atau FTA, peningkatan perdagangan, serta kerja sama produksi.
Ia juga mendorong Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk bersama-sama membiayai proyek strategis kedua negara.
“Mari kita pastikan bahwa setiap kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok menghasilkan dampak nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh rakyat kita. Biarlah Forum ini dikenang karena di saat pihak lain membangun tembok, kita justru membangun jembatan,” pungkas Prabowo. (bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

