Di sisi lain, Ditpolairud Polda Jatim juga terlibat ke dalam tim gabungan untuk pencarian korban hilang. Operasi SAR tersebut difokuskan di perairan sekitar TKP hingga radius 10 mil dari titik kebakaran, termasuk wilayah perairan Sumenep.
Dalam operasi SAR, Ditpolairud Polda Jatim mengerahkan dua kapal patroli tipe B berukuran lebih dari 30 meter, serta sejumlah Kapal Patroli Cepat (KPC) level 2 dan level 3 untuk menyisir kawasan pesisir.
Operasi pencarian juga menyasar area di bawah permukaan air menggunakan peralatan sonar, drone bawah air, pemindai logam (metal scanner), hingga peralatan pendukung lainnya untuk memastikan kemungkinan adanya korban di sekitar kapal.
Arman menyebut operasi underwater tetap dilakukan meski kapal belum tenggelam, hal itu untuk mengantisipasi apabila korban yang tercatat hilang ternyata hanyut ke dalam perairan.
“Underwater ya. Kan kapal belum tergelam. Tapi kalau alat yang di bawah ada sonar, ada drone bawa laut, ada scan metal namanya. Terus ada motor laut juga. Kalau untuk pendukungnya itu kamera underwater. Antisipasi kalau misalnya ada (korban) tenggelam, tampak pelampung dan sebagainya,” pungkasnya.(wld/bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

