Kecerdasan tersangka di atas rata-rata ini, diduga memiliki keterkaitan dengan skenario yang dia rancang untuk menghilangkan jejak pembunuhan dan upaya melarikan diri sejak September 2026.
Hal itu terlihat dari cara tersangka menyusun alibi sesudah menghabisi dan melenyapkan kedua korban.
Dari hasil pemeriksaan psikologis, Roy juga menduga adanya indikasi bahwa tersangka memiliki karakter lebih berkuasa atau superior dibandingkan orang lain di sekitarnya.
“Terhadap tersangka juga kita sudah lakukan pemeriksaan secara psikologis ya. Memang hasil tes psikologinya sudah keluar dan sudah disampaikan kepada kami. Memang ada kecenderungan tersangka ini bersifat superior gitu ya,” katanya.
Kemampuan berpikir tersangka juga menjadi alasan di balik keputusan kejamnya untuk menghabisi anak korban yang masih berusia 4 tahun.








