Meski begitu, peluang kerja sama tetap terbuka, terutama dalam pemanfaatan teknologi Rusia serta pengembangan proyek bersama. Selain sektor energi, kerja sama Indonesia-Rusia juga berkembang di bidang pupuk dan pengolahan pertambangan.
Prabowo menyebut perusahaan pupuk Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan salah satu kelompok usaha besar Rusia untuk berinvestasi bersama dalam proyek produksi pupuk berbasis gas di Timur Jauh Rusia.
“Jadi, proyek-proyek ini berjalan sangat baik dan sudah berkembang cukup jauh,” katanya.
Di sektor pengolahan pertambangan, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Rusal, perusahaan aluminium asal Rusia. Menurut Prabowo, Rusal berencana masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok usaha dalam negeri.
“Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok-kelompok Indonesia,” ujarnya.
Prabowo menegaskan Indonesia masih membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan Rusia di berbagai sektor. “Jadi, kami masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dan Indonesia,” pungkasnya. (ant/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

