“Amerika Serikat sebagai mediator memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan kepada Israel guna mendorong pelaksanaan perjanjian sesuai kerangka yang telah disepakati,” ujar pejabat Lebanonpada Sabtu (18/7/2026).
Salah satu agenda penting yang turut dibahas adalah penguatan dukungan terhadap Angkatan Bersenjata Lebanon.
Dilansir dari Antara, dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat pengambilalihan tanggung jawab keamanan di wilayah yang menjadi bagian dari skema percontohan dalam perjanjian dengan Israel.
Selain isu keamanan, kedua pemimpin diperkirakan membahas langkah-langkah untuk mempercepat pemulihan ekonomi Lebanon yang masih menghadapi tekanan akibat krisis berkepanjangan.
Pertemuan itu juga akan menyinggung masa depan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), mengingat mandat pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut akan berakhir tahun ini. Sementara itu, proses penarikan bertahap pasukan UNIFIL dijadwalkan dimulai pada 2027.

NOW ON AIR SSFM 100

