Bengkel tempat praktik jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) di SMKN 2 Surabaya di Jalan Tentara Genie Pelajar, Petemon, Surabaya mendadak ramai diserbu masyarakat sekitar dan pengemudi ojek online (ojol) sejak pagi untuk memanfaatkan servis gratis dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/10/2026).
Wisnu Eko Prabowo, Kepala Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 2 Surabaya mengatakan, dari kuota 27 sepeda motor, sebanyak 20 kendaraan telah mendapatkan layanan hingga siang.
“Kuotanya 27 sepeda motor. Sekarang yang terlayani sudah 20 sepeda motor. Ini tersisa tinggal 4 yang belum terlayani,” kata Wisnu saat ditemui suarasurabaya.net

Antusiasme masyarakat terlihat sejak layanan dibuka sekitar pukul 08.00 WIB. Sekitar 10 kendaraan sudah mengantre di depan bengkel untuk melakukan pendaftaran.
“Pukul 08.00 itu sudah mulai antre ya. Kita buka, kemudian ada sekitar 10 kendaraan sudah mulai antre untuk mendaftar,” ujarnya.
Wisnu mengatakan, informasi servis gratis tersebut sebelumnya disebarkan melalui grup WhatsApp kelurahan di sekitar wilayah Petemon, Kecamatan Sawahan.
Selain masyarakat sekitar, banyak pengemudi ojol yang memanfaatkan layanan tersebut karena menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan dalam program ini.
“Karena promosinya kita memberikan informasi lewat WA, di grup kelurahan di sekitar sini. Ojol juga banyak, karena prioritasnya juga ojol,” tuturnya.
Para siswa-siswi jurusan TSM nampak lihai melakukan pemeriksaan dan servis ringan kendaraan. Beberapa layanan yang diberikan meliputi pengecekan baterai, busi, ban, rantai, ganti oli, dan CVT khusus sepeda motor matik
Selain itu, para siswa juga mengasah kemampuannya dalam melakukan pemeriksaan kelistrikan motor. Selain servis motor, pihak sekolah melakukan pembagian sembako sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh kepala cabang dinas pendidikan.
Kegiatan servis gratis ini melibatkan sebanyak 35 siswa kelas 12 Kompetensi Keahlian TSM SMKN 2 Surabaya. Menurut Wisnu, keterlibatan siswa juga menjadi bagian dari uji kompetensi setelah mereka menyelesaikan program magang.
“Sekaligus ini menjadi uji prakerin atau uji setelah selesai melaksanakan magang. Jadi anaknya selesai magang, kita uji apakah layak dia memang bisa memperbaiki sepeda motor,” ujarnya.
Tidak hanya itu, program ini juga menjadi kesempatan siswa dalam mendapatkan pengalaman melayani masyarakat secara langsung. Selain keterampilan teknis, siswa juga dilatih dalam kemampuan komunikasi.
“Pengetahuan mereka diuji baik yang skill maupun dari segi knowledge-nya. Kemudian dari skill komunikasi mereka juga dilatih,” katanya.
Wisnu berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi siswa setelah lulus, termasuk jika ingin membuka usaha bengkel sepeda motor di lingkungan masyarakat.
“Harapannya nanti selesai mereka lulus dari sini, dapat pengalaman, dapat bekal ilmu yang cukup sehingga mampu untuk membuka usaha yang baru di lingkungan masyarakat, membuka bengkel sepeda motor atau bengkel yang lainnya,” tandasnya.(wld/kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

