Hingga saat ini, program tersebut telah melibatkan 61.717 guru di 91 kabupaten dan kota di Indonesia. Pendekatannya memadukan pembelajaran digital, sumber daya praktik pembelajaran, pendampingan antarguru, refleksi, serta kolaborasi lintas sektor.
Indonesia menjadi satu dari tiga penerima UNESCO-Hamdan Prize tahun ini. Dua penerima lainnya adalah Ogretmen Akademisi Vakfı–Teachers’ Academy Foundation dari Turkiye melalui program ORAV Education Festival – Teacher-Led Professional Learning Ecosystem dan Gondar College of Teachers’ Education dari Ethiopia melalui program Maker-Teachers.
Ketiga program tersebut dinilai memiliki pendekatan inovatif dalam pengembangan profesi dan kepemimpinan guru.
UNESCO-Hamdan Prize memiliki total nilai 300.000 dolar AS yang dibagi rata kepada tiga penerima. Masing-masing penerima memperoleh dukungan sebesar 100.000 dolar AS.
Selain dukungan pendanaan, penghargaan tersebut membuka peluang untuk memperluas jejaring internasional dan pertukaran praktik antarpenerima.
NOW ON AIR SSFM 100

