Komunitas pendidikan dari Indonesia, Turkiye, dan Ethiopia akan berkolaborasi untuk berbagi pengalaman sekaligus mempelajari pendekatan pengembangan profesi guru dari masing-masing negara.
Luqman mengatakan tantangan terbesar dalam membangun kepemimpinan guru bukan semata persoalan teknis, melainkan perubahan cara pandang terhadap posisi guru dalam sistem pendidikan.
“Selama ini guru sering diposisikan sebagai pelaksana yang menjalankan instruksi dari atas, jarang terlibat dalam pengembangan profesionalnya, sehingga mental model guru sebagai pelaksana teknis sudah mengakar begitu kuat,” ujar Luqman dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net.
Menurutnya, ketika guru mulai dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan didorong berkolaborasi dengan murid maupun sesama guru, proses tersebut membutuhkan waktu serta lingkungan yang memberikan rasa aman untuk mencoba.
“Jadi ketika guru diajak menjadi pengambil keputusan, berkolaborasi dengan murid dan sesama guru, itu butuh waktu dan butuh rasa aman untuk mencoba,” katanya.
NOW ON AIR SSFM 100

