Menurut Subandi, percepatan diperlukan sejak awal pengerjaan agar selisih antara target dan realisasi pekerjaan tidak semakin melebar. Ia juga menyoroti kesiapan alat berat yang digunakan kontraktor.
Dalam peninjauannya, Subandi menilai alat berat yang berada di lokasi masih terlalu kecil untuk mendukung pekerjaan betonisasi dengan kondisi medan yang cukup berat.
“Kita lihat alatnya terlalu kecil. Harusnya betonisasi sebesar ini alat beratnya lebih besar,” tandasnya.
Selain persoalan alat, Subandi menyoroti perubahan metode pekerjaan. Pada tahap awal, proyek tersebut sempat menggunakan material precast. Namun, metode itu dinilai kurang sesuai sehingga bagian yang telah terpasang harus dibongkar dan dikerjakan kembali menggunakan metode pengecoran.
“Ini awal percobaan untuk betonisasi Sidoarjo kita pakai precast, ternyata kurang bagus, tidak bisa dipakai. Ini lagi dicor, yang sebelumnya dirusak kembali,” jelas Subandi.

NOW ON AIR SSFM 100

