Kamis, 18 Juni 2026

Puncak HUT ke-99 Persebaya, Pelatih dan Pemain Ziarah ke Makam Pendiri Klub

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Perwakilan pelatih dan pemain Persebaya melakukan ziarah ke makam Almarhum M. Pamoeji pendiri klub di TPU Karang Tembok, Pegirian, Semampir, Surabaya, pada Kamis (18/6/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Sejumlah pemain dan perwakilan tim pelatih Persebaya Surabaya berziarah ke makam Almarhum M. Pamoeji pendiri klub di TPU Karang Tembok, Pegirian, Semampir, Surabaya, pada Kamis (18/6/2026).

Uston Nawawi asisten pelatih Persebaya di TPU Karang Tembok, Pegirian, Semampir, Surabaya, pada Kamis (18/6/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Uston Nawawi asisten pelatih Persebaya mengatakan, ziarah ke makam pendiri klub di rangkaian hari ulang tahun Persebaya sudah menjadi tradisi tim dan merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Bajol Ijo.

“Setiap tahun, setiap ulang tahun, selalu berziarah ke makam pendiri Persebaya. Artinya, kita itu jangan sampai melupakan sejarah, kita harus tetap respect, menghormati yang cikal bakal salah satu pendiri Persebaya Surabaya,” katanya di TPU Karang Tembok, Kamis (18/6/2026).

Dalam ziarah tersebut, ia berdoa agar pendiri Persebaya mendapatkan ketenangan yang langgeng di sisi Allah SWT. Serta, ia berharap agar Persebaya terus mendapatkan keberkahan menjelang usia satu abad ini.

“Kita membaca Surat Al-Fatihah, semoga beliau tetap langgeng, tenang di sisi-Nya, dan keberkahan selalu bersama kita, khususnya tim Persebaya,” ujarnya.

Uston menyatakan, Persebaya bukan sekadar klub sepak bola biasa, melainkan tim legendaris yang dibangun lewat perjuangan panjang. Ia berharap, dengan bertambahnya usia skuad Bajol Ijo, bisa mewujudkan prestasi yang lebih baik.

“Tentunya Persebaya adalah salah satu tim legendaris, tim yang tua karena sudah berusia 99 tahun, dan tim yang syarat prestasi, syarat dengan perjuangan juga,” ucapnya.

Sementara itu, Rachmat Irianto pemain Persebaya mengatakan bahwa ziarah menjadi tradisi penting untuk menjaga rasa hormat kepada sosok-sosok yang telah membangun fondasi klub kebanggaan arek-arek Surabaya tersebut.

“Ini sebagai tradisi untuk tim Persebaya. Jadi, paling tidak kita menghormati pendiri Persebaya Surabaya,” ucapnya.

Memasuki usia 99 tahun, Persebaya juga membawa target besar untuk musim ini. Meski Rian menilai angka 99 tidak memiliki makna khusus secara personal, ia menegaskan target tim tetap jelas yakni meraih gelar juara.

“Angka 99 memang tidak ada yang spesial ya. Tapi bagaimanapun dalam tim pasti ada target, tentu kami ingin jadi juara tahun ini,” tegasnya.

Putra legenda Persebaya Almarhum Bejo Sugiantoro itu mengakui perjuangan menuju gelar juara tidak akan mudah. Menurutnya, seluruh kontestan Liga 1 juga memiliki ambisi yang sama.

“Jelas tidak mudah karena tim lain juga mempersiapkan. Tidak hanya Persebaya yang ingin juara, semua tim juga ingin juara,” ucapnya.

Meski begitu, Rian optimistis target tersebut bisa dicapai jika seluruh pemain memiliki motivasi, tekad, dan tujuan yang sama.

“Tapi jika teman-teman punya motivasi yang tinggi, tekad yang sama, tujuan yang sama, insyaallah bisa menuju juara tersebut,” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam ziarah tersebut selain Uston Nawawi dan Rachmat Irianto, juga diikuti oleh Toni Firmansyah, Catur Pamungkas, dan Koko Ari Araya.(ris/lta/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 18 Juni 2026
29o
Kurs