Buruh juga mendorong adanya program peningkatan keterampilan bagi pekerja untuk menghadapi otomatisasi dan perkembangan teknologi yang terus mengubah dunia kerja.
Tak hanya itu, mereka meminta pemerintah memperhatikan nasib pekerja yang terdampak transisi iklim agar perubahan menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan tidak mengorbankan pekerja.
Dalam aksi tersebut, massa buruh juga mengaku telah bertemu dengan Dudung Abdurrahman Kepala Staf Presiden. Pertemuan itu dimanfaatkan untuk menyerahkan petisi sebagai bagian dari pengawalan terhadap tuntutan buruh dan proses RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.
Daeng menegaskan, aksi tersebut merupakan bagian dari upaya buruh mengawal proses penyusunan regulasi ketenagakerjaan agar aspirasi pekerja tidak diabaikan.
“Kami akan terus mengawal prosesnya. Petisi ini adalah bagian dari perjuangan agar suara dan kepentingan buruh benar-benar masuk dalam revisi RUU Perlindungan Ketenagakerjaan,” kata Daeng.(faz/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

