“Sependek yang saya tahu Korwil memberikan alternatif. Jika para santri atau murid yang ada di lembaga di bawah SPPG Kalitengah masih mau menerima, nanti akan diberikan jatahnya. Tentunya, jatah itu nanti akan dialihkan ke SPPG lain,” ungkapnya.
Sementara jika memang para santri atau siswa tidak mau lagi menerima manfaat MBG, pihaknya tidak akan memaksa.
“Jadi soal kelanjutan penerima manfaat MBG ini nanti akan bergantung pada penerimanya. Masih mau atau tidak. Dan sifatnya tidak memaksa,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan santri dan siswa di Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keracunan pangan diduga karena makan bergizi gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026) lalu.
Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo. Beberapa pasien sudah dipalangkan dan menjalani rawat jalan, dan ada juga yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.










