Selain mencocokkan barang bukti, penyidik juga menggunakan pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi orang-orang yang pernah masuk atau berkontak dengan tiga ruangan tersebut.
Ipda Alpino de Tech Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan mengatakan, seluruh sampel DNA dari tiga ruangan telah diambil.
“DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam ruangan tiga ruangan tersebut,” kata Alpino di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Sampel tersebut diambil dari ruang eks Ketua Pengurus Yayasan, ruang Sekretaris, dan ruang Sarana Prasarana yayasan sekolah.
Pemeriksaan DNA dilakukan untuk membantu penyidik mengidentifikasi pihak yang pernah berada atau meninggalkan jejak biologis di ruangan yang berkaitan dengan temuan senjata. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

