
Untuk menjangkau kelompok ini, BPKH merancang pendekatan lewat gaya hidup yang dinilai lebih dekat dengan anak muda.
Dalam kajian yang dilakukan oleh BPKH, pelaksanaan kegiatan literasi dan kampanye keuangan haji fokus dilakukan di pusat-pusat keramaian seperti mal dan pusat perbelanjaan, agar lebih relevan dengan ekosistem keseharian Gen Z.
“Nah, salah satu langkah konkret yang didorong adalah dengan pengalihan alokasi dana darurat atau simpanan mengendap menjadi setoran awal porsi haji sebesar Rp25 juta. Dengan ini, masyarakat tidak kehilangan fungsi dana daruratnya karena tetap dapat diambil jika terjadi kondisi mendesak, namun di sisi lain sudah mengamankan nomor porsi pendaftaran haji lebih awal,” jelasnya.
Selain kepastian porsi, dana setoran awal jemaah yang dikelola BPKH juga memberikan nilai tambah (yield) yang kompetitif. Harry menjelaskan, selama masa tunggu nilai manfaat yang dihasilkan dari pengolahan dana syariah dialokasikan kembali untuk mendukung pembiayaan porsi jemaah, sehingga nilai simpanan tetap bertumbuh secara optimal.

NOW ON AIR SSFM 100

