“Dari total dana kelolaan yang saat ini mencapai sekitar Rp189 triliun, BPKH menerapkan strategi investasi yang prudent, syariah, dan aman. Portofolio investasi dialokasikan sebesar 75 persen pada instrumen investasi seperti Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), sukuk korporasi, serta investasi di lembaga keuangan internasional, sedangkan 25 persen sisanya ditempatkan pada perbankan syariah,” tambahnya.
Menurut Harry, kinerja keuangan yang solid ini menjadi fondasi kuat bagi BPKH untuk memberikan nilai manfaat yang maksimal bagi seluruh jemaah, termasuk generasi muda yang baru mendaftar.
Melalui perpaduan antara literasi keuangan yang inklusif, strategi komunikasi berbasis lifestyle, dan tata kelola investasi syariah yang akuntabel, BPKH optimistis dapat mendorong kesadaran Gen Z untuk mulai merencanakan ibadah haji sejak usia muda tanpa mengganggu fleksibilitas finansial.(kir/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

