Mutimmatul menyebut terdapat empat fokus utama yang akan menjadi perhatian tim Unesa. Pertama, layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Kedua, dukungan psikososial untuk membantu pemulihan kondisi mental korban.
Fokus ketiga adalah penyelenggaraan sekolah darurat bencana. Program tersebut ditujukan untuk memastikan anak-anak korban bencana tetap memperoleh hak pendidikan meski saat ini sebagian masih berada di pengungsian.
“Yang ketiga adalah sekolah darurat bencana untuk memastikan keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak korban bencana yang saat ini sedang berada di pengungsian dan tentunya kita akan memberikan support berupa logistik serta bantuan kemanusiaan lainnya,” ujarnya.
Program sekolah darurat tidak akan berhenti setelah tim Unesa meninggalkan lokasi. Mutimmatul mengatakan pihaknya akan melakukan monitoring secara daring sekaligus memberikan pendampingan kepada para guru di wilayah terdampak.
Selama berada di NTT, tim akan menghimpun para guru dan memberikan pelatihan agar mereka mampu melakukan pendampingan terhadap anak-anak selama masa pemulihan pascabencana.

NOW ON AIR SSFM 100

