Hidayat Syah Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya pada Sabtu (11/7/2026) meminta kontraktor melakukan pembasahan saat mengerjakan proyek box culvert agar tidak menimbulkan debu berlebih.
Permintaan ini merupakan tindak lanjut dari keluhan warga Jetis Kulon, Kota Surabaya yang menderita batuk dan anaknya mengalami iritasi mata akibat debu.
“Selamat pagi, minta tolong disampaikan ke pihak terkait, pembangunan box culvert di area Jetis Kulon dan Aspol Ketintang ini mohon jika pagi-siang dilakukan tindakan preventif agar debu-debunya tidak ke mana-mana. Entah disiram atau langsung diaspal. Rumah saya di jalan raya, debunya sangat-sangat mengganggu terutama kesehatan. Saya sudah batuk dua minggu sejak pembangunan box culvert ini, dan anak saya matanya sampai iritasi,” lapor warga tersebut kepada Radio Suara Surabaya pada Sabtu pagi.
Laporan ini langsung diteruskan Gatekeeper Suara Surabaya kepada dinas terkait.
Hidayat Syah Kepala DSDABM Kota Surabaya meminta maaf atas ketidaknyamanan warga.
“Terima kasih infonya. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami telah sampaikan info tersebut ke pimpinan proyek untuk segera diambil langkah-langkah penanganan lebih lanjut,” tulis Hidayat.
Tak lama kemudian, Hidayat mengatakan bahwa pihaknya telah menemui pelapor dan menawarkan pengobatan.
“Kami tegaskan kepada pihak kontraktor untuk hati-hati bekerja, agar tidak berdebu, melakukan pembasahan di area yang akan dikerjakan,” ujarnya.
Perlu diketahui, Pemerintah Kota Surabaya tengah mengejar target pembangunan saluran drainase selesai sebelum musim hujan tiba. Saat curah hujan tinggi dan area resapan semakin minim, air dapat tertampung dalam jaringan box culvert sebelum ke laut. Diharapkan tidak sampai terjadi banjir di jalan dan permukiman.(iss)

NOW ON AIR SSFM 100

