Rabu, 19 Agustus 2026

Sistem Online Sirkuit Nasional 2016 Berisiko Rugikan Atlet

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Eddyanto Sabarudin. Foto: djarumbadminton.com

Eddyanto Sabarudin Manajer Klub Universitas Negeri Surabaya mengkhawatirkan penggunaan sistem online pada turnamen bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) tahun depan.

“Tahun ini PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) belum menerapkan sistem online. Sedangkan, mulai Sirnas tahun depan, Februari nanti sudah menerapkan pendaftaran dengan online. Kalau menggunakan online, atlet yang dari Surabaya, jika tidak memiliki ID PBSI dan belum di-approve tim PBSI akan tidak bisa ikut Sirnas dimanapun,” katanya kepada Krisna Suara Surabaya, Senin (9/11/2015).

Sementara, atlet yang sudah memiliki ID PBSI dan sudah di-approve tim PBSI namun belum memiliki ranking nasional juga akan mengalami kesulitan. “Saat mengikuti Sirnas mereka akan berhadapan dengan pemain yang sudah memiliki ranking, posisinya akan berat,” katanya.

Selain itu, kata Edyanto, banyak atlet di Surabaya yang namanya terpecah-pecah, seperti nama lengkapnya tidak ditulis dengan benar.

“Kadang-kadang mendaftarnya itu namanya sepotong-potong. Sehingga di ranking nasional namanya terpecah jadi dua, merugikan pemain tersebut, rankingnya tidak bisa naik tinggi. Kalau rankingnya tidak tinggi, tentunya tidak bisa masuk Pelatnas,” ujarnya.(krs/iss/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 19 Agustus 2026
27o
Kurs