Rabu, 20 Oktober 2021

Mantan Atlet Sepak Bola Curhat Soal BPJS hingga Dana Pensiun Kepada DPR

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Sejumlah atlet atau mantan atlet sepak bola yang tergabung dalam Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyampaikan keluhan mereka kepada Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra. Berbagai aspirasi mereka sampaikan mulai dari harapan agar atlet diberikan jaminan hari tua maupun jaminan kesehatan.

Andritany Ardhiyasa Wakil Presiden Komite Eksekutif APPI mengatakan, kehidupan para atlet sepak bola saat ini sangat memprihatinkan akibat berhentinya kompetisi sepak bola sebagai buntut pandemi Covid-19.

”Alhamdulillah, 27 Agustus lalu, sepak bola kembali dan semangat sepak bola ada lagi,” kata Andritany dalam Zoom Meeting bertajuk ”Perlindungan Kesejahteraan bagi Pelatih, Pemain, dan Pengurus Sepakbola Indonesia”, Rabu (1/9/2021).

Mantan penjaga gawang Timnas Indonesia ini menyampaikan risiko pesepak bola setelah pensiun banyak yang kurang beruntung dan tidak memiliki penghasilan tetap.

”Ketika di puncak karir mereka dielu-elukan, disanjung-sanjung, tapi ketika sudah pensiun banyak sekali yang saat ini cuma menjual teh botol atau menjual makanan-makanan ringan. Dari situ kita melihat seorang atlet ini ketika pensiun ini kok seperti tidak diperhatikan oleh negara,” ujar Andritany.

Bahkan, Andritany yang ikut mengantarkan Timnas U-23 meraih medali perak di ajang SEA Games 2011 mengatakan, ada atlet yang saat pensiun terpaksa bekerja sebagai kuli bangunan.

”Faktanya seperti itu, banyak kemarin kita lihat, ada seorang atlet dayung, dia mendapatkan banyak medali ketika aktif, tapi saat ini mereka hanya menjadi kuli bangunan, itu kan sangat memprihatinkan,” ungkap Andritany.

Andritany berharap pemerintah bisa memberikan solusi bagi masa depan atlet baik ketika sudah pensiun atau ketika masih menjadi atlet.

”Apakah ada jaminan setelah pensiun diberikan sesuatu untuk si atlet agar bisa menjalankan hidupnya setelah tidak menjadi seorang atlet. Risiko terbesar kita adalah cidera. Itu bisa mengakhirkan atau membuat karir kita terpuruk. Banyak klub di Indonesia yang pemainnya belum ter-cover asuransi. Alhamdulillah di klub saya sudah ter-cover BPJS TK,” kata dia.

Bima Sakti anggota Komite Eksekutif APPI mengatakan, pihaknya berharap ke depan ada pengakuan profesi atlet. Sebab, dalam UU Ketenagakerjaan, atlet belum masuk sebagai sebuah profesi yang diakui.

”Ada kasus di klub Gresik, begitu ke Disnaker kita ditolak. Mohon Pak Muhaimin ke depan kami masuk BPJS Ketenagakerjaan sehingga kita tak takut. Ada uang pensiun. Ada jaminan sebagai pemain dan pelatih,” jelasnya.

Firman Utina Presiden Komite Eksekutif APPI menyampaikan rasa senangnya bisa bertatap muka dengan Gus Muhaimin dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi atlet atau mantan atlet.

”Sebagai seniman lapangan hijau yang keluh kesah di sepak bola Tanah Air, sangat berharap adanya pertemuan virtual ini, berbincang-bincang dengan Bapak (Gus Muhaimin),” ungkapnya.

Menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan para mantan atlet, Gus Muhaimin mengaku sangat terpanggil untuk menjadi bagian dari perjuangan para atlet. Menurut dia, ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, dalam jangka pendek, DPR Bersama dengan Pemerintah dan stakeholder terkait, baik kemenpora, Kemenaker, BPJS, dan pihak-pihak terkait lainnya agar segera melakukan langkah-langkah spesifik untuk memberikan perlindungan bagi para mantan atlet.

”BPJS dan Pemda juga bisa ikut terlibat agar bagaimana segera ada perlindungan yang baik bagi para atlet, khususnya sepak bola,” katanya.

Kedua, Gus Muhaimin siap untuk menyampaikan kepada Joko Widodo Presiden agar segera ikut campur tangan dalam mengatasi persoalan yang dihadapi para atlet.

”Supaya lebih cepat. Menko PMK sebenarnya bisa, tapi lebih efektif kalau Presiden. Saya bisa bantu sampaikan ke Presiden supaya ada perhatian konkrit, tidak retorik,” urainya.

Langkah ketiga, harus ada perangkat untuk melindungi para atlet, baik berupa UU atau aturan-aturan lainnya.

”Saya kira tidak sulit karena komitmen DPR tinggi terhadap atlet,” tegasnya.

Gus Muhaimin juga mengaku senang bisa beraudiensi dengan para punggawa Timnas Merah Putih yang di masa jayanya telah banyak mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

”Senang sekali ketemu para bintang, tentu pemain-pemain kebanggaan nasional yang punya banyak peran. Senang sekali ada Bung Firman, Bima Sakti, saya waktu itu (saat menyaksikan sepak bola) tepuk tangan saja. Saya sangat senang dan merasa terhormat,” pungkas Muhaimin.(faz/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 20 Oktober 2021
27o
Kurs