Sabtu, 21 Mei 2022

Ketum PSSI Bantah Ada Deadlock dengan Shin Tae-yong Saat Evaluasi Piala AFF

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong (kelima dari kiri) memimpin latihan skuadnya di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (20/5/2021). Foto: Antara

Mochamad Iriawan Ketua Umum PSSI menegaskan bahwa tak ada kebuntuan (deadlock) yang terjadi saat pihaknya berkomunikasi dengan pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong dalam rapat evaluasi yang berlangsung pada Kamis (13/1/2022).

“Tidak ada (deadlock-red),” ujar Iriawan kepada pewarta di Jakarta, Minggu (16/1/2022) malam.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule itu, pembicaraan dengan Shin berkutat pada performa timnas di Piala AFF 2020.

Pada turnamen yang berlangsung di Singapura itu, skuad “Garuda” keluar sebagai tim terbaik kedua (runner up) setelah kalah dari Thailand di final.

Namun, Iriawan menyebut bahwa rapat itu tak bisa dituntaskan lantaran Shin mengejar pesawat ke Bali. Juru taktik asal Korea Selatan itu berangkat ke Pulau Dewata untuk memantau pemain Liga 1 Indonesia yang akan dibawa ke Piala AFF U-23 2022.

“Pertemuan belum maksimal karena Shin buru-buru harus ke Bali. Nanti akan diteruskan lagi secara rinci ketika dia kembali (ke Jakarta-red),” tutur Iriawan seperti yang dilansir Antara.

Kabar soal buntunya komunikasi antara PSSI dan Shin Tae-yong diutarakan oleh anggota Haruna Soemitro Komite Eksekutif PSSI dalam sebuah siniar di saluran Youtube, JPNN.COM.

“Tadi sempat kita deadlock dan kemudian akan ditindaklanjuti. Dia (Shin Tae-yong -red) akan buru-buru mau ke Bali,” kata Haruna.

Haruna juga merasa komunikasi PSSI dengan Shin tidak baik-baik saja karena juru taktik asal Korea Selatan itu tersinggung ketika dikritik dan diberikan masukan oleh petinggi PSSI.

Namun, pernyataan Haruna dalam siniar tersebut mendapat kecaman keras dari warganet. Bahkan tagar #HarunaOut trending di twitter pada Senin (17/1/2022) pagi. Dalam thread yang dibuat akun @medioclubID yang diunggah pada Senin dini hari, hingga pukul 13.16 WIB ini sudah disukai sebanyak 12,7 like, dan disebarkan sebanyak 7.994 retweet dan 1.330 quotes.

Shin Tae-yong sendiri menangani timnas Indonesia sejak akhir 2019 dengan kontrak berdurasi empat tahun. Juru taktik asal Korea Selatan itu belum memberikan gelar apapun kepada timnas Indonesia.

Di Piala AFF 2020, Shin Tae-yong memang “hanya” membawa Indonesia menjadi tim terbaik kedua. Akan tetapi, performa skuad “Garuda” banyak mendapatkan pujian lantaran diperkuat para pemain muda yang berusia rata-rata 23,8 tahun. Indonesia pun menjadi salah satu skuad termuda di turnamen tersebut.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Antara, Yunus Nusi Sekretaris Jenderal PSSI juga menyebut bahwa PSSI puas dengan performa timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

“Kami melihat ini positif. Para pemain timnas banyak yang baru berumur di bawah 23 tahun. PSSI memang menyiapkan timnas untuk masa depan dan inilah hasilnya,” tutur Yunus ketika itu.(ant/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
28o
Kurs