Rabu, 5 Agustus 2026

Bukan Sekadar Turnamen Pramusim, Piala Presiden 2026 Wujud Nyata Hiburan Rakyat

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Persebaya Surabaya menghadapi Persija Jakarta dalam laga Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (26/7/2026) malam. Foto: Media Persebaya

Jarum jam baru menunjukkan pukul 12.00 siang. Namun Ahmad sudah bersiap-siap untuk menutup lapak cukur rambutnya di kawasan Sawahan, Surabaya. Gunting dan sisir digunakan sejak pagi, satu per satu dimasukkan ke dalam laci kecil di samping meja cukur. Biasanya ia dapat melayani pelanggan hingga sore, terkadang sampai malam.

Pada Minggu (26/7/2026) siang itu, Ahmad memutuskan tutup lebih awal. Sebab ia berencana untuk datang ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Menyaksikan duel klasik Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta dalam ajang Piala Presiden 2026.

“Hari ini tutup lebih awal, Mas. Mau nonton Piala Presiden. Persebaya lawan Persija,” katanya seraya tersenyum.

Ahmad memang suka menyaksikan pertandingan sepak bola. Baginya, sepak bola menjadi alat komunikasi yang membuatnya makin dekat dengan pelanggan. Biasanya, ketika gunting di tangannya mulai bergerak, pada saat itulah ia mulai bercerita tentang sepak bola. Mengulas pertandingan di Super League, maupun kompetisi lainnya.

Profesinya sebagai tukang cukur membuat ia jarang hadir langsung di stadion. Selain harus tetap membuka lapak demi mencari nafkah, harga tiket laga kandang Persebaya di kompetisi reguler juga kerap berada di luar jangkauan penghasilannya. Penghasilan harian yang tidak menentu, membuat ia lebih memprioritaskan untuk menjaga agar dapurnya tetap mengepul dibandingkan membeli tiket pertandingan sepak bola.

Karena itu, selama ini ia lebih sering menyaksikan pertandingan sepak bola melalui tayangan televisi maupun aplikasi live streaming. Sorak-sorai ribuan penonton di stadion, hanya bisa ia nikmati dari balik layar.

Namun Piala Presiden 2026 memberinya kesempatan berbeda. Harga tiket pertandingan Piala Presiden 2026 yang terjangkau, hanya Rp50 ribu, membuat Ahmad berani memutuskan untuk membeli tiket dan menyaksikan sekaligus merasakan atmosfer pertandingan secara langsung di stadion.

“Kapan lagi menyaksikan big match Persebaya lawan Persija dengan harga tiket hanya Rp50 ribu,” ujarnya dengan semangat.

Ahmad merupakan satu dari ribuan penonton yang membanjiri Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu malam itu. Berdasarkan catatan panitia pertandingan, jumlah penonton yang menyaksikan duel Bajul Ijo lawan Macan Kemayoran mencapai 34.838.

Tak hanya dipenuhi suporter Persebaya dan sebagian pendukung Persija, Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu malam itu penuh sesak oleh keluarga hingga anak-anak. Selain itu, para pekerja juga memanfaatkan akhir pekan untuk menikmati duel klasik yang hadir dalam Piala Presiden 2026 itu.

Maruarar Sirait Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 berbicara dalam konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Minggu (2/8/2026) sore: Foto: Media Piala Presiden 2026

Terkait harga tiket yang sangat terjangkau itu, Maruarar Sirait Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 mengatakan, sepak bola harus menjadi hiburan yang berkualitas, namun tetap terjangkau. Maruarar meyakini harga tiket Rp50 ribu, menjadi salah satu alasan tingginya antusiasme masyarakat di Piala Presiden 2026.

“Kan buat hiburan rakyat, dan supaya rakyat itu bisa mendapatkan hiburan yang berkualitas ya. Terjangkau, berkualitas, aman, makanannya juga terjangkau juga. Kan harusnya negara begitu kan, kalau negara hadir itu ya membuat hiburan yang berkualitas, bayar tiketnya murah, makanannya juga oke, tempatnya bersih, aman,” tegasnya.

Ara, sapaan akrabnya menambahkan bahwa keterjangkauan harga tiket bukan satu-satunya aspek yang menjadi perhatian penyelenggara Piala Presiden 2026. Ia menegaskan bahwa sebuah turnamen harus dikelola secara profesional agar mampu memberikan pengalaman menonton yang nyaman serta mendorong kemajuan industri sepak bola nasional.

“Saya pikir ini harus jadi model buat pengelolaan sepak bola, supaya industri olahraga kita makin maju. Makanya kita diaudit kan selalu oleh PwC dengan sebaik-baiknya. Dan juga tidak menggunakan uang negara ya, tidak ada dari BUMN, tidak ada dari APBN. Jadi semuanya dari swasta,” sambungnya.

Pada malam itu Ahmad akhirnya bisa tersenyum karena harapannya untuk menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion bisa terwujud. Esok pagi, gunting akan kembali berbunyi dan rambut-rambut kembali berguguran. Obrolan tentang sepak bola kembali mengisi ruang kecil tempatnya mencari nafkah.

Berkat tiket yang terjangkau, seseorang yang mungkin jarang ke stadion karena alasan ekonomi, akhirnya menjadi bagian dari puluhan ribu penonton yang memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo. Bagi Ahmad, Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pramusim. Ia benar-benar menjadi hiburan rakyat.

Sementara itu, Piala Presiden 2026 diikuti oleh delapan tim dari empat negara. Diselenggarakan pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026. Bertempat di Bandung dan Surabaya untuk fase grup, serta Bali untuk semifinal dan final. Juara Piala Presiden 2026 akan menerima hadiah Rp8 miliar.

Dari delapan tim peserta Piala Presiden 2026, lima di antaranya berasal dari Indonesia, yakni Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan PSMS Medan. Sedangkan tiga klub lainnya berasal dari luar negeri, yakni Port FC (Thailand), Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM FC (Brunei Darussalam). (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 5 Agustus 2026
30o
Kurs