Karena itu, Kemenpora mendorong penyelenggaraan berbagai acara olahraga berskala nasional maupun internasional. Selain berdampak pada prestasi, kegiatan olahraga juga dapat memacu sektor lain, terutama ekonomi daerah.
Erick mencontohkan ajang lari maraton di Indonesia. Saat ini, terdapat sekitar 104 acara lari dengan total peserta yang mencapai 10,4 juta pelari. “Dari angka itu saja bisa dibayangkan berapa transaksi yang tercipta dari pembelian sepatu lari,” katanya.
Menurut Erick, ajang lari menjadi contoh nyata bagaimana wisata olahraga dapat memberi dampak ekonomi luas. Apalagi kegiatan semacam ini umumnya digelar pada akhir pekan, sehingga mendorong pergerakan wisatawan, okupansi hotel, konsumsi makanan dan minuman, hingga aktivitas UMKM.
Ia mencontohkan ajang lari di Bandung yang menarik hingga 20 ribu pendaftar. Selain itu, ada juga ajang di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dengan jumlah peserta mencapai 10 ribu orang.
“Para pelari tentu harus mencari tempat untuk menginap, memenuhi kebutuhan makan minum sehingga akan berdampak pada perputaran ekonomi di lokasi kegiatan,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

