“Orang mungkin mengatakan dia belum benar-benar diuji di Piala Dunia ini, tetapi hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan jelas bukan sebuah kebetulan. Penampilannya sangat berkualitas dan dia berani mengambil risiko, termasuk saat membantu garis pertahanan di luar kotak penalti pada semifinal melawan Prancis,” ujarnya.
Di kubu Argentina, Martinez dinilai memiliki mentalitas berbeda. Meski Albiceleste telah kebobolan tujuh gol dan beberapa kali harus bangkit dari ketertinggalan, penampilan Martinez tetap menjadi salah satu faktor utama yang membawa timnya melaju hingga final.
Zuberbuhler menyebut Martinez sebagai penjaga gawang yang selalu tampil maksimal di pertandingan besar.
“Dengan Martinez, kita tahu dia adalah kiper yang ‘gila’ dalam arti positif. Dia mampu melakukan penyelamatan luar biasa pada momen-momen penting. Dia memiliki mentalitas dan keberanian seperti saat menggagalkan peluang Prancis pada menit ke-123 di final Piala Dunia 2022. Dia juga punya kemampuan menjadi penentu dalam adu penalti,” katanya.
Meski demikian, Zuberbuhler enggan menyebut salah satu kiper lebih unggul dibanding yang lain. Ia justru menilai final akan menjadi pertarungan seimbang antara kekuatan menyerang Argentina dan organisasi permainan Spanyol.
“Argentina akan kesulitan menembus pertahanan Spanyol, tetapi mereka telah menunjukkan semangat juang, keyakinan, dan komitmen luar biasa sebagai tim. Final ini akan sangat menarik karena mempertemukan dua penjaga gawang dengan karakter yang berbeda namun sama-sama berkelas dunia,” ujarnya. (saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

