Menurut Baso, penataran tersebut juga menjadi sarana menyamakan pemahaman seluruh perangkat pertandingan terhadap aturan terbaru dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA).
Keseragaman pemahaman dinilai penting untuk meminimalkan potensi perbedaan penafsiran saat pertandingan berlangsung.
“Regulasi IFMA terus mengalami perkembangan. Karena itu semua pelatih, wasit, dan juri harus memahami aturan terbaru agar memiliki persepsi yang sama. Dengan begitu pertandingan akan berlangsung lebih profesional dan tidak menimbulkan perdebatan,” ujarnya.
Selain membekali peserta dengan regulasi terbaru, Pengprov MI Jatim juga memberikan materi teknik dasar seni muaythai sebagai standar pembinaan atlet di seluruh daerah.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan kualitas pembinaan yang merata menjelang Porprov Jawa Timur 2027.

NOW ON AIR SSFM 100

