Monfort mengatakan, perjalanan Messi dan Yamal membuat foto itu semakin terasa istimewa. Messi kemudian tumbuh menjadi salah satu atlet terbaik dalam sejarah, sementara Yamal sudah mencuri perhatian sejak usia sangat muda, menjuarai Euro pada usia 17 tahun, dan kini bersiap menghadapi Messi di final Piala Dunia.
“Saya tidak pernah religius, tapi saya mulai percaya ada sesuatu yang lebih besar daripada kita di luar sana. Saya tidak tahu apa itu atau dari mana datangnya, tapi pasti ada sesuatu, karena cara semuanya terjadi benar-benar tidak bisa dijelaskan dan terasa magis,” kata Monfort.
Ia menilai, pertemuan Messi dan Yamal di final Piala Dunia menjadi penutup paling sempurna dari kisah foto lama tersebut.
“Dan membayangkan mereka akan berada di lapangan dalam final Piala Dunia, satu berusia 39 tahun dan satu lagi 19 tahun, itu benar-benar menjadi puncaknya,” pungkasnya. (bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

