Untuk meningkatkan kualitas tim, Baso berencana menerapkan sistem promosi dan degradasi dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda).
Melalui mekanisme tersebut, atlet akan dievaluasi berdasarkan kemampuan bersaing, kedisiplinan, dan peluang menyumbangkan medali emas.
Atlet yang tidak menunjukkan perkembangan atau kurang disiplin berpotensi dikeluarkan dari Puslatda. Sebaliknya, atlet lain yang dinilai memiliki potensi lebih besar akan mendapatkan kesempatan masuk ke dalam tim.
Baso optimistis peluang mempertahankan gelar juara umum terbuka karena aktivitas kompetisi Muaythai di Jawa Timur terus berjalan.
Selain rutin mengikuti berbagai kejuaraan, atlet juga mendapat kesempatan bertanding melalui Liga Muaythai yang diselenggarakan setiap tiga bulan.
“Target kita tentu kembali menjadi juara umum pada PON 2028 mendatang. Saat ini atlet-atlet Muaythai Jawa Timur hampir setiap bulan mengikuti event, sementara Liga Muaythai yang digelar setiap tiga bulan juga berjalan lancar. Kondisi ini membuat semakin banyak atlet potensial bermunculan,” bebernya. (saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

