Tavares menjelaskan, para pemain Persebaya telah berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik, tetapi harus menerima kenyataan pahit setelah kebobolan ketika pertandingan hampir berakhir.
“Tentu seluruh pemain merasa sedih dan kecewa. Kami datang dengan target membawa pulang poin, bahkan ingin mendapatkan tiga poin. Namun, hasil akhirnya tidak berpihak kepada Persebaya,” ucapnya.
Menurut pelatih asal Portugal itu, Persebaya sebenarnya memiliki sejumlah peluang berbahaya, terutama pada babak pertama.
Ramadhan Sananta beberapa kali mendapatkan ruang untuk mengancam gawang Persija. Francisco Rivera juga memiliki kesempatan untuk membawa Green Force unggul lebih dulu.
Namun, peluang-peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol. Tavares menilai Persebaya justru memiliki kesempatan lebih baik dibandingkan tuan rumah pada paruh pertama pertandingan.
NOW ON AIR SSFM 100

