“Menurut saya, pada babak pertama peluang terbaik justru dimiliki Persebaya. Ramadhan Sananta memiliki tiga kesempatan, sementara Rivera juga mendapatkan satu hingga dua peluang. Di sisi lain, Persija hanya mencatatkan satu tembakan dari luar kotak penalti,” jelasnya.
Pada babak kedua, ia menilai, Persija mulai memberikan tekanan lebih besar. Tuan rumah mampu menciptakan beberapa peluang yang mengarah ke gawang hingga akhirnya menemukan gol penentu pada menit ke-89.
Ia menegaskan, Persebaya tetap berusaha mencari celah melalui situasi transisi. Tapi, penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan pada momen krusial belum berjalan sesuai harapan.
“Kami sebenarnya juga memiliki beberapa peluang melalui situasi transisi, tetapi pengambilan keputusan di momen-momen penting masih belum cukup baik,” imbuhnya.
Catatan jeblok tersebut, membuat Persebaya belum beranjak dari posisi ketujuh klasemen sementara Super League dengan koleksi 13 poin. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

