Meski menawarkan panorama alam yang indah dan udara pegunungan yang sejuk, tanjakan menuju Telaga Ngebel tetap menguji kemampuan para cyclist.
Namun dibandingkan seri Mainsepeda lainnya, rute KAI Ngebel KOM tergolong paling ramah bagi peserta pemula. Total jarak tempuh kurang dari 100 kilometer dengan elevation gain sekitar 830 meter atau hanya sekitar setengah dari Bromo KOM. Meski memiliki gradien maksimum hingga 19 persen, karakter tanjakannya dinilai masih dapat dinikmati pesepeda yang baru pertama kali mengikuti ajang King of Mountain.
Karena itu, Azrul menyebut KAI Ngebel KOM sebagai seri KOM paling mudah dalam kalender Mainsepeda.
“Tim Mainsepeda bahkan memprediksi seluruh peserta mampu menyelesaikan rute tepat waktu. Enggak ada yang melampaui cut off time,” ujarnya.
Walaupun dikenal lebih bersahabat, atmosfer kompetisi tetap terasa melalui KOM Challenge. Sejumlah nama besar di kategori elite ikut ambil bagian, di antaranya juara dan runner-up Bromo KOM 2026, Muhammad Abdurrohman dan Febrian Muhammad Rizky.
Di sektor Women Elite, persaingan diramaikan Cerlyn Novyta Sari, Maghfirotika Marenda, serta Crismonita Dwi Putri. (saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

