Sebanyak 500 pesepeda dari 210 komunitas, 89 kota, 20 provinsi, dan tujuh negara ambil bagian dalam KAI Ngebel KOM 2026 pada Sabtu (1/8/2026).
Tingginya minat peserta membuat kuota pendaftaran ditutup lebih cepat dari jadwal. Jumlah tersebut bahkan melampaui debut Bromo KOM yang pada penyelenggaraan perdananya hanya diikuti sekitar 350 cyclist dan kini dikenal sebagai salah satu event sepeda paling bergengsi di Indonesia.
Tak sekadar menghadirkan kompetisi menaklukkan tanjakan, KAI Ngebel KOM 2026 menjadi langkah baru Mainsepeda dalam mengembangkan sport tourism di wilayah barat Jawa Timur melalui rute menuju Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo.
Azrul Ananda founder Mainsepeda mengaku tidak menyangka animo peserta begitu besar pada seri perdana tersebut.
“Kami tidak menyangka. Biasanya kalau bukan Bromo KOM, pesertanya tidak sebanyak ini. Tapi kali ini langsung 500 peserta dan kami bahkan harus menutup pendaftaran karena permintaan begitu tinggi,” ujar Azrul.
Menurut Azrul, tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa komunitas sepeda di Indonesia selalu antusias menjajal rute-rute baru. Karena itu, Mainsepeda terus menghadirkan destinasi berbeda agar pengalaman para cyclist semakin beragam.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Madiun yang dinilai berhasil memberikan pengalaman positif bagi peserta sebelum balapan dimulai. Azrul turut menyampaikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mendukung penyelenggaraan event perdana tersebut.
Bagus Panuntun Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun menyambut positif penyelenggaraan KAI Ngebel KOM 2026. Menurut Bagus, kedatangan ratusan peserta dari berbagai daerah membawa dampak nyata terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
“Hotel-hotel penuh, kuliner ramai dikunjungi, dan masyarakat mendapat kesempatan untuk menunjukkan keramahan khas Madiun,” ujarnya.
Bagus mengungkapkan, jumlah peserta jauh melampaui target awal penyelenggara yang hanya sekitar 300 cyclist.
“Mainsepeda ini luar biasa. Dampaknya bagi ekonomi dan pariwisata tentu sangat terasa. Harapan kami, tahun berikutnya kegiatan seperti ini bisa kembali digelar di Madiun,” katanya.
Pemilihan Kantor KAI Daop 7 Madiun sebagai lokasi start bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai historis sebagai ikon perkeretaapian nasional, bangunan bergaya kolonial tersebut menjadi latar menarik bagi ratusan peserta sebelum diberangkatkan.
Dari lokasi start, para cyclist melintasi kawasan Pahlawan Street Center yang dikenal dengan miniatur berbagai ikon dunia, seperti Patung Liberty, Ka’bah, Merlion, hingga Menara Eiffel.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju pit stop di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Ponorogo, pada kilometer 54,5. Setelah beristirahat, peserta melanjutkan perjalanan menuju titik awal KOM Challenge yang berjarak sekitar 2,5 kilometer sebelum memasuki tanjakan utama.
Tantangan sesungguhnya dimulai ketika peserta harus menaklukkan tanjakan sepanjang sekitar 15 kilometer menuju Telaga Ngebel di kaki Gunung Wilis.
Meski menawarkan panorama alam yang indah dan udara pegunungan yang sejuk, tanjakan menuju Telaga Ngebel tetap menguji kemampuan para cyclist.
Namun dibandingkan seri Mainsepeda lainnya, rute KAI Ngebel KOM tergolong paling ramah bagi peserta pemula. Total jarak tempuh kurang dari 100 kilometer dengan elevation gain sekitar 830 meter atau hanya sekitar setengah dari Bromo KOM. Meski memiliki gradien maksimum hingga 19 persen, karakter tanjakannya dinilai masih dapat dinikmati pesepeda yang baru pertama kali mengikuti ajang King of Mountain.
Karena itu, Azrul menyebut KAI Ngebel KOM sebagai seri KOM paling mudah dalam kalender Mainsepeda.
“Tim Mainsepeda bahkan memprediksi seluruh peserta mampu menyelesaikan rute tepat waktu. Enggak ada yang melampaui cut off time,” ujarnya.
Walaupun dikenal lebih bersahabat, atmosfer kompetisi tetap terasa melalui KOM Challenge. Sejumlah nama besar di kategori elite ikut ambil bagian, di antaranya juara dan runner-up Bromo KOM 2026, Muhammad Abdurrohman dan Febrian Muhammad Rizky.
Di sektor Women Elite, persaingan diramaikan Cerlyn Novyta Sari, Maghfirotika Marenda, serta Crismonita Dwi Putri. (saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

