Selasa, 19 Januari 2021

BKSAP DPR RI Webinar Internasional Palestina, Ini Enam Saran Lawan Arogansi Israel

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Fadli Zon Ketua BKSAP DPR RI membuka webinar “The Palestinian Cause and Ways to Support It in Light of the Regional and International Developments”, Senin (30/11/2020). Foto: Istimewa

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menggelar webinar terkait Palestina berskala internasional. Fadli Zon Ketua BKSAP DPR RI membuka acara tersebut. Sementara Syahrul Aidi Mazaat, Anggota BKSAP dan Ketua Grup Persahabatan Parlemen Indonesia-Palestina, ditunjuk sebagai moderator.

Webinar internasional ini bertajuk “The Palestinian Cause and Ways to Support It in Light of the Regional and International Developments”. Pembicara kunci dan lima pembahas yaitu Ahmad Bahar (Ketua Parlemen Palestina), Syed Ibrahim Syed Noh (Anggota Parlemen Malaysia), Dr. Mohammed Makram (League of Parliamentarians for Al Quds), Bagus Hendraning Kobarsyih (Direktur Timur Tengah Kemenlu), dan Dzikrullah (Sahabat Al Aqsa).

Fadli Zon dalam sambutannya menekankan bahwa yang paling dibutuhkan Palestina saat ini adalah dukungan politik.

“Dukungan politik atas Palestina tak boleh redup apa pun situasinya,” tegas Fadli, Senin (30/11/2020).

Menurut dia sejak berdiri di atas tanah curian pada tahun 1948, Israel terus berupaya mendelegitimasi Palestina.

“Situasi Palestina saat ini secara politik sangat mencemaskan. Normalisasi beberapa negara Arab akhir-akhir ini adalah blunder. Normalisasi dengan Israel tidak dapat diterima,” kritik dia sembari menegaskan bahwa Parlemen Indonesia harus menolak keras normalisasi apa pun dengan Israel termasuk isu calling visa bagi warga Israel.

Fadli Zon yang juga Wakil Presiden League of Parliamentarians for Al Quds itu menyampaikan enam hal untuk melawan arogansi Israel. Pertama, memperluas pengakuan atas Palestina sebagai negara. Kedua, meningkatkan hubungan bilateral dengan negara Palestina. Ketiga, menjadikan isu Palestina sebagai isu bersama yang terus menghangat baik di level global atau kawasan. Keempat, mengisolasi Israel dari pergaulan antarbangsa. Kelima, boikot produk-produk Israel. Keenam, mendesak penyelesaian konflik Palestina-Israel secara adil dan tak memihak.

Sementara, Ahmad Bahar mengingatkan beberapa hal krusial di antaranya bahaya Kesepakatan Abad (Deal of the Century), yahudisasi Yerusalem, praktik ilegal permukiman, nasib sekitar tujuh juta pengungsi Palestina, lima ribu warga Palestina yang dipenjarakan Israel secara tak manusiawi, krisis kemanusiaan di Jalur Gaza akibat embargo sejak empat belas tahun lalu terlebih di masa pandemi. Tokoh Hamas itu juga menilai kebijakan AS tidak akan berbeda jauh kendati Donald Trump segera lengser.

Sekadar diketahui, webinar ini dilatarbelakangi karena kekhawatiran DPR RI atas perkembangan situasi Palestina khususnya dampak dari kebijakan Donald Trump yang sangat merugikan masa depan Palestina.(faz/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Mogok di Manyar Gresik

Jeglongan di Wedi Gedangan

Jalan Rusak di Brigjend Katamso Sudah Ditambal

… Lewati Lembah, Sungai Mengalir, Eh Bukan

Surabaya
Selasa, 19 Januari 2021
26o
Kurs