Selasa, 24 November 2020

Cak Nur Meninggal, PKB Belum Tentukan Bakal Calon yang Diusung di Sidoarjo

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Nur Ahmad Syaifudin Plt Bupati Sidoarjo saat talkshow dalam program "Wawasan" di Radio Suara Surabaya, Kamis (7/5/2020). Foto: Purnama suarasurabaya.net

Menjelang pembukaan pendaftaran bakal calon kepala daerah yang diusung partai politik oleh KPU masing-masing daerah penyelenggara Pilkada, PKB Sidoarjo belum mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan calon.

Apalagi, beberapa waktu lalu, Nur Ahmad Syaifuddin Plt Bupati Sidoarjo yang merupakan salah satu kader kandidat kuat meninggal. Kesedihan masih menyelimuti para pengurus DPC PKB Sidoarjo.

M Nasik Sekretaris DPC PKB Sidoarjo mengatakan, seluruh Pengurus DPC PKB terpukul setelah mendengar kabar bahwa Wakil Bupati dua periode yang sempat mendampingi Saifull Illah itu wafat.

“Kami terpukul. Karena beliau sosok panutan kami, pemimpin kami. Beliau adalah orang yang sangat fair dan humble. Sangat mengayomi segala golongan dan kelompok. Beliau juga kader murni, pejuang NU sejak remaja,” ujarnya.

“Tapi, InsyaAllah, kami akan terus berjuang untuk meneruskan apa-apa yang sudah diperjuangkan oleh beliau selama ini,” kata Nasik ketika dihubungi suarasurabaya.net via telepon, Senin (24/8/2020).

Nasik sendiri membenarkan, sampai sekarang DPP PKB di Jakarta memang belum mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan calon yang akan diusung di Pilkada Sidoarjo 2020. DPC hanya bisa menunggu.

“Belum, belum,” katanya. Soal kemungkinan apakah calon itu dari kader atau non kader, Nasik bilang, “kami, kan, punya dua pintu. Kaderisasi partai dan kaderisasi jamiah. Kami di DPC akan sami’na wa ato’na siapa pun yang diusung.”

Dia menegaskan, DPC PKB memang tidak mengusulkan pasangan calon. Karena DPC juga tidak membuka proses pendaftaran atau penjaringan calon. Semua pilihan dan keputusan ada di tangan DPP PKB.

“Tetapi, teman-teman kader yang hendak berkontestasi memang diberi kebebasan, silakan melakukan kerja-kerja politik, dan itu nanti sudah akan dinilai oleh DPP/DPW,” katanya. “Artinya semua masih memungkinkan.”

Sejumlah nama kandidat dari PKB memang sudah muncul ke permukaan. Mereka aktif melakukan kerja politik seperti yang dimaksud Nasik. Salah satunya Achmad Amir Aslichin alias Mas Iin, Anggota DPRD Sidoarjo, anak Saiful Ilah.

Almarhum Cak Nur (Nur Ahmad Syaifuddin) sebenarnya juga merupakan salah satu kandidat yang kuat. Selain itu ada nama Ahmad Muhdlor Ali (putra KH Agoes Ali Masyhuri pengasuh Ponpes Bumi Sholawat).

“Masih terbuka kemungkinan. Jangan terpaku Mas Iin atau Gus Muhdlor saja. Kalau kader ada Mas Wawan (Sullamul Hadi Nurmawan Ketua DPRD Sidoarjo periode 2014-2019), juga Mbak Anik (Anik Maslachah Wakil Ketua DPRD Jatim),” ujarnya.

Menurutnya, Wawan dan Anik juga termasuk kader terbaik PKB yang punya kapasitas sebagai bakal calon kepala daerah. Mereka sebagai petugas partai, kata Nasik, harus melaksanakan amanat partai bila diminta berkiprah di daerah.

“Kami di DPC memang berharap lebih cepat sehingga Kami bisa segera menentukan timeline. Tapi kami manut mawon sama keputusan DPP. Kami kader mulai dari ranting sampai DPC akan menyiapkan barisan untuk memenangkan siapapun yang mendapat rekomendasi,” ujarnya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
33o
Kurs