Senin, 30 November 2020

Eri Cahyadi Janji Bangun Tempat Berkesenian di Surabaya

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Eri Cahyadi saat peluncuran Badan Kebudayaan Nasional (BKN) organisasi sayap PDI Perjuangan. Foto: Istimewa

Eri Cahyadi Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 1 menyambut baik lahirnya Badan Kebudayaan Nasional (BKN) sebagai organisasi sayap PDI Perjuangan. Menurutnya, hadirnya BKN untuk mempertahankan budaya Surabaya.

Bagi Eri, kota yang hebat adalah kota yang bisa menjalankan seni dan budaya. Karena, jika dua hal itu bisa berjalan selaras, maka akan terwujud kota yang punya masyarakat bertoleransi.

“Jaman dahulu sunan Kalijaga waktu menyebarkan agama Islam, itu menyebarkan lewat kebudayaan. Makanya, saya berharap BKN tidak sekadar nama. Kalau seandainya saya jadi walikota, BKN harus berkibar,” tegas Eri Cahyadi di acara diskusi di kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Setail Surabaya, Senin (26/10/2020).

Bila nanti terpilih menjadi Wali Kota Surabaya, Eri berjanji akan membuat panggung panggung terbuka di seluruh wilayah di Surabaya, termasuk membangun gedung Kesenian di THR. Harapannya, agar pelaku seni dan budaya bisa tampil mengekspresikan talentanya.

“Bagaimana nanti anak-anak yang punya talenta kesenian, kita kasih ruang di panggung panggung terbuka atau gedung kesenian, agar tidak kehilangan talenta kesenian,” ujarnya.

Eri menambahkan, modernisasi boleh tumbuh di kota, tetapi jangan sampai kehilangan kesenian. Oleh sebab itu, hadirnya BKN diharapkan bisa memunculkan seni, tetapi juga dikemas modern, agar bisa menarik keinginan masyarakat untuk menonton.

“Kita hidupkan lagi kesenian di Surabaya. BKN sebagai pelaku kesenian dan kebudayaan, pemerintah sebagai fasilitator. Agar semua mengenal sejarah dan budaya,” kata Eri.

Sementara itu, Adi Sutarwijono Ketua DPC PDIP Surabaya menjelaskan bahwa BKN nantinya, selain bertugas membangun dukungan dari masyarakat untuk Eri-Armudji, juga memperkuat kota Surabaya sebagai kota berkarakter dari jalur kebudayaan dan kesenian.

“BKN bersama Mas Eri dan Cak Armudji, akan membantu mengenalkan kembali wajah Kota Surabaya, termasuk mengenalkan BKN melalui jalur kebudayaan dan kesenian,” kata Adi.

Adi bilang, di BKN ada misi yang cukup panjang. Yakni, memperkuat spirit kebhinekaan, spirit kebangsaan dan kebudayaan, spirit Pancasila yang menjadi akar politik Indonesia, yang diajarkan oleh para leluhur dan menjadi pegangan PDI Perjuangan.

Di tempat yang sama, Cak Goni Ketua BKN Surabaya mengapresiasi PDI Perjuangan yang turut mengangkat kesenian dan kebudayaan.

“Kita apresiasi PDIP yang telah memperjuangkan kesenian dan kebudayaan. Kenapa? Ada beberapa kebudayaan yang diklaim asing. Makanya harus dijaga hasil warisan nenek moyang,” kata Goni.

Di momentum pilkada ini, kata Goni, adalah waktu yang tepat untuk membangkitkan kesenian dan kebudayaan. Salah satunya, berkampanye melalui budaya.

“Bukan hanya pilkada saja, sebentar lagi Surabaya ada piala dunia. Waktu pembukaan nanti, apa yang bisa ditampilkan dari ciri khas Surabaya. Itu tugas kita bersama untuk memikirkan,” katanya.(bid/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Surabaya
Senin, 30 November 2020
26o
Kurs