Kamis, 25 Februari 2021

Ketua Tim Pemenangan Machfud-Mujiaman: Surabaya Butuh Pemimpin Bukan Penguasa

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Kedatangan MA-Mujiaman pada debat pilwali, Rabu (4/11/2020) malam diiringi arak-arakan pendukungnya. Foto: Istimewa

Miratul Mukminin Ketua Tim Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno berpendapat, Pilwali Surabaya 2020 adalah ajang kontestasi demokrasi yang sehat dalam persaudaraan bukan perselisihan untuk menebar permusuhan.

Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) Paslon nomor urut 2, menurutnya punya tagline ‘Maju Kotane Makmur Wargane’ yang semakin menggema dan meluas. Karena Machfud-Mujiaman menjadikan seluruh elemen masyarakat sebagai superteam.

Menurutnya, rakyat semakin tergugah dan menyadari Surabaya harus naik kelas, lebih maju dari sekarang. Surabaya harus lebih maju di dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lebih maju kesejahteraannya.

“Sekarang memang sudah maju, tetapi kalau hanya menerima keadaan sekarang, Surabaya akan masuk dalam ‘zona  kurang nyaman’ dan akhirnya bisa tertinggal oleh kota-kota lain yang lebih progresif,” kata pria yang akrab disapa Gus Amik, Jumat (20/11/2020).

Mantan Bupati Magetan itu menjelaskan, untuk mewujudkan Surabaya lebih maju, Surabaya butuh pemimpin, bukan penguasa. Menurutnya, pemimpin adalah pamong praja yang bisa mengayomi dan melindungi rakyat.

Sedangkan penguasa adalah pangreh praja, yang menjadi pemangsa rakyat yang ada di dalam kekuasaannya.

“Pemimpin itu rela berkorban untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyatnya. Penguasa tega mengorbankan rakyatnya untuk kepentingan dan kesejahteraan diri dan kroninya. Rakyat akan taat kepada pemimpin karena hormat. Rakyat akan nurut karena takut pada penguasa,” ujarnya.

Selain itu, Gus Amik melanjutkan, pemimpin akan selalu dikenang meskipun telah tiada, sedangkan penguasa bisa dilupakan meskipun masih berkuasa.

Gus Amik bilang, debat publik Pilwali Surabaya adalah ajang adu gagasan sebagai  tahapan, bukan menjadi tujuan. Karena tujuan utamanya adalah memilih pemimpin yang bisa memimpin, bukan mengadu domba.

“Pasangan Maju memberi warna sebagai pemimpin dalam membuat kebijakan strategis, bukan sebagai kepala dinas yang jadi pejabat teknis. Maju berkomitmen melayani masyarakat dengan sepenuh hati, ditunjukkan saat debat kemarin,” katanya.

Dia bilang, Machfud Arifin-Mujiaman dengan senang hati berkantor secara bergilir di kelurahan, bahkan di RT/RW. Hal itu menunjukkan “RUH” seorang pemimpin yang tidak ingin ada jarak dengan yang dipimpin.

Selain itu, ada tekad untuk menjadikan yang mudah tidak perlu dipersulit, yang bisa murah tidak boleh dibuat mahal, yang bisa dipercepat tidak boleh dibuat lambat, dan yang bisa terselesaikan tidak boleh ditelantarkan.

“Maju juga bertekad memberikan kepastian pelayanan pada dunia usaha, kepastian waktu, kepastian biaya, dan kepastian hukum,” terangnya.

Gus Amik bilang, pemimpin seharusnya berbicara masa depan, bukan masa lalu. Pernyataan Djarot Saiful Hidayat yang menuding Maju pakai politik “Devide et Impera” untuk memecah belah persatuan, menurutnya seakan membawa masyarakat kembali ke era penjajahan kolonial.

Jauh panggang dari api, kata Gus Amik. Menurutnya hal itu sangat ironis dan memprihatinkan, sosok yang berpengalaman di pemerintahan dan egaliter ibarat harus memakai jaket saat terik matahari dan menggunakan payung saat tidak turun hujan.

“Rakyat sekarang ini sudah cerdas karena buah kemerdekaan yang dihasilkan founding father proklamator kita “Bung Karno”, dan para peneruslah yang mengisi kemerdekaan. Rakyat sudah semakin paham bagaimana memilih pemimpin,” ujarnya.

Hadirnya pasangan Maju dalam deklarasi kampanye damai dan penandatanganan pakta integritas menunjukkan bahwa sejak awal pasangan ini taat azas dan menjunjung tinggi integritas, berkomitmen, dan sportif.

Maju menurutnya menghargai KPU dan Bawaslu, juga warga Surabaya utuk melaksanakan pesta demokrasi dengan nyaman dan damai.

“Pasangan Maju juga memberikan ruang yang sangat luas kepada generasi muda milenial. Karena mereka adalah modal penting, pemain, dan penggerak utama untuk menuju Surabaya ‘Maju Kotane Makmur Wargane’,” ujarnya.

Everything by design and we design our own world. Lakukan semuanya sesuai rancangan yang telah dibuat, dan teruslah berinovasi. Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa, meridhoi Maju membawa Surabaya ke arah yang lebih baik, menuju the next level,” katanya.(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Sungai di Jemursari

Truk Tabrak Rumah di Purwosari

Penambalan Jalan di Kletek

Operasi Sidoresik di Gedangan

Surabaya
Kamis, 25 Februari 2021
25o
Kurs