Kamis, 29 Oktober 2020

Mantan Timses Khofifah-Emil Jadi Ketua Timses Kelana-Dwi Astuti

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Haji Masnuh (tengah) usai pertemuan dengan Kelana Aprilianto Bakal Calon Bupati Sidoarjo. Foto: Istimewa.

Kesuksesan mengantarkan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak memenangi Pilgub Jatim 2018, terutama di wilayah Sidoarjo, kini Haji Masnuh ditunjuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Kelana Aprilianto-Dwi Astuti di Pilbup Sidoarjo 2020.

“Alhamdulillah, Abah Masnuh siap menjadi ketua tim pemenangan pasangan Kelana-Astuti,” terang Kelana usai bertemu Haji Masnuh di kantornya PT Masrur and Son di Ngingas, Waru, Sidoarjo, Kamis (19/9/2020) sore.

Kehadiran Haji Masnuh, tandas Kelana, membuat pasangan yang diusung koalisi PDIP-PAN tersebut semakin yakin, semakin lebih bersemangat, semakin siap untuk bertarung dan memenangi Pilbup Sidoarjo 2020.

“Saya pikir kita juga punya strategi yang pas, dan tim ini harus betul-betul solid, betul-betul langsung menusuk ke akar rumput,” katanya.

“Dan alhamdulillah ditambah dukungan tokoh-tokoh yang punya kapasitas, saya kok yakin dalam satu dua bulan ini akan terselesaikan,” sambung Kelana.

Sementara soal kesediannya menjadi ketua tim pemenangan, Haji Masnuh menuturkan ini adalah keputusan bulat dirinya bersama seluruh simpul dan akar rumputnya, terutama gerbong relawan yang di Pilgub Jatim 2018 yang mendukung Khofifah-Emil.

“Sudah final (dukung Kelana-Dwi Astuti), karena grassroots saya dari 11 kali melakukan pertemuan yang semula masih lonjong-lonjong, semalam (pertemuan ke-12) sudah bulat dan hari ini kita tentukan dukungan,” kata Haji Masnuh.

Setelah menentukan dukungan ke Kelana-Dwi Astuti, langkah Haji Masnuh selanjutnya yakni memasifkan semua gerakan dengan merangkul semua elemen masyarakat.

Soal peluang menang di Sidoarjo yang notabene basis PKB, Haji Masnuh menyebut Pilkada bukanlah pertarungan partai tapi lebih ke figur pasangan calon.

“Partai tetap, tetapi dalam situasi begini, pengalaman yang kemarin adalah figur. Kenapa Ibu Gubernur sekarang ini (Khofifah) bisa memang meski awalnya diperkirakan kalah, itu karena kekuatan figur dan gerakan masif grassroots,” katanya. (bid)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2020
33o
Kurs