Selasa, 27 Oktober 2020

PDIP: Jangan Sampai Pendidikan Gratis Terhapus di Surabaya

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Adi Sutarwijono di sela meresmikan Balai RW di kampung RT 15/ RW 7, Kelurahan Wonokromo, Senin sore (21/9/2020). Foto: Istimewa

Adi Sutarwijono Ketua DPC PDI Perjuangan mengatakan, selama 18 tahun PDI Perjuangan memimpin pemerintahan Kota Surabaya, sejak era Bambang DH, kemudian dilanjutkan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya pendidikan telah digratiskan untuk SD Negeri dan SMP Negeri.

“Di era Bu Risma, pendidikan SMA Negeri dan SMK Negeri juga telah digratiskan, sebelum diambil-alih Pemprov Jatim. Jangan sampai pendidikan gratis hilang, karena Surabaya dipegang pemimpin yang tidak paham problem kota dan masyarakatnya,” kata Adi saat meresmikan Balai RT dan MCK kampung RT 15 RW 7, Kelurahan Wonokromo, Senin sore (21/9/2020).

Adi menegaskan, kecepatan PDI Perjuangan menangani aspirasi warga, karena mempunyai Wali Kota pekerja keras yakni Tri Rismaharini. Sekarang, telah disiapkan penggantinya, Eri Cahyadi Bakal Calon Wali Kota, yang sebelumnya Kepala Bappeko Kota Surabaya.

“Bu Risma dan Mas Eri dikenal cepat dalam mengeksekusi problem-problem perkampungan. Sehingga Surabaya tertata sedemikian baik dan maju, seperti saat ini,” kata Adi.

Menurut Adi, Eri Cahyadi dikenal sebagai birokrat berpengalaman, membantu Walikota Risma sudah cukup lama. Calon Wakil Walikota Armuji dikenal sebagai politisi kerakyatan, yang populis di mata rakyat Surabaya.

“Seperti Bu Risma, Mas Eri dan Cak Armuji sangat paham karakter rakyat Surabaya, sangat paham kebutuhan masyarakat a Surabaya, karena berpengalaman di pemerintahan,” kata Adi.

Sementara itu Nur Khomariyah Ketua PKK setempat mengatakan, balai pertemuan itu akan dimanfaatkan untuk kegiatan Posyandu, penimbangan balita, tempat belajar daring bagi anak-anak sekolah di masa pandemi Covid-19. Selain juga untuk pertemuan warga.

“Sebelumnya, penimbangan balita di jalan, kepanasan. Sekarang, setelah balai pertemuan diperbaiki, kami bisa memanfaatkan untuk tempat penimbangan balita,” ujar Nur Khomariyah.(bid/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Selasa, 27 Oktober 2020
28o
Kurs