Kamis, 30 April 2026

Pesan Megawati di Pembukaan Wayang Wisanggeni Lahir, PDIP Bakal Kuat Melalui Tahun Vivere Pericoloso

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP saat memberikan sambutan di acara wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Lahirnya Wisanggeni” di halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2025). Foto: istimewa

DPP PDI Perjuangan menggelar acara wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Lahirnya Wisanggeni” di halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2025).

Wayang semalam suntuk ini menjadi rangkaian perayaan HUT ke-52 PDIP dengan dalang Ki Amar Pradopo Warseno Slank serta Ki Sri Susilo Thengkleng.

Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP turut menyaksikan wayang secara daring. Sementara itu, Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan hadir secara langsung.

Hasto dalam sambutannya mengungkap pesan Megawati yang mengulas pentingnya makna tema HUT PDIP, Satyam Eva Jayate: Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam.

“Suatu pesan yang mulia, yang mengandung suatu pelajaran yang sangat penting bahwa berpolitik adalah memperjuangkan peradaban Indonesia agar berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” kata dia.

Hasto menyatakan, upaya berpolitik memperjuangkan kedaulatan dan kemandirian seperti dilakukan PDI Perjuangan, seringkali dihadapkan ujian dan gemblengan.

“Gemblengan-gemblengan tersebut tidak membuat kita surut, justru membuat PDI Perjuangan semakin kokoh dan tegak berdiri,” ujar Hasto.

Dia melanjutkan, Megawati dalam pesannya mengingatkan bahwa PDI Perjuangan pada tahun ini juga bakal melalui banyak tantangan yang disebut vivere pericoloso.

“Beliau mengingatkan bahwa tahun-tahun ini adalah tahun vivere pericoloso, tahun menghadapi berbagai bahaya, tahun menghadapi berbagai rintangan,” jelasnya.

Namun, kata Hasto, PDIP tetap merasa yakin bisa melalui vivere pericoloso dengan membentuk kesatupaduan bersama rakyat.

“Percayalah, dengan kesatupaduan dengan rakyat, kita mampu menghadapi vivere pericoloso, tahun menyerempet-nyerempet bahaya ini. Kita hadapi dengan keteguhan di dalam ideologi, di dalam konstitusi, di dalam menjaga demokrasi, di dalam menegakkan sistem hukum yang berkeadilan dan sistem meritokrasi dan itulah sejarah-jarah sekalian,” ujarnya.

Kata Hasto, PDI Perjuangan menjadi partai yang pernah melewati ujian seperti pernah terjadi pada Kudatuli, 27 Juli 1996.

“Kita adalah partai yang berwatak banteng Kita bukan partai yang mudah diinjak-injak,” tegasnya.(faz)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 30 April 2026
26o
Kurs