Dengan demikian, BKSAP tidak hanya berperan sebagai representasi DPR dalam forum internasional, tetapi juga menjadi salah satu jalur masuknya perspektif dan perkembangan global ke dalam pembahasan di lingkungan parlemen nasional.
“Jadi, BKSAP bukan hanya membawa perspektif Indonesia ke forum internasional, tetapi juga membawa pengetahuan dan perkembangan internasional kembali ke dalam proses kerja DPR RI,” tuturnya.
Habib Aboe menambahkan, BKSAP juga dapat memanfaatkan fungsi koordinasinya sebagai salah satu AKD untuk mendorong pembahasan dan pengarusutamaan isu HAM yang berkembang di tingkat global.
“Sebagai sebuah AKD, BKSAP dapat menjalankan fungsi koordinasi dengan menginisiasi rapat koordinasi atau forum pengarusutamaan isu tertentu agar perspektif internasional dapat dibaca dan diterjemahkan oleh AKD terkait,” katanya.
Dia menegaskan, upaya memperkuat perlindungan HAM tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.

NOW ON AIR SSFM 100

