Edi mengatakan mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemantauan aktivitas gunung api. Pemerintah perlu memastikan informasi mengenai potensi bahaya dapat diterima masyarakat secara cepat dan mudah dipahami.
Selain itu, kesiapan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian harus menjadi perhatian. Pemerintah juga perlu melakukan simulasi secara berkala agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi peningkatan status gunung api.
Ia menyoroti pentingnya pemetaan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan khusus saat proses evakuasi.
Persoalan tata ruang juga dinilai tidak boleh diabaikan. Edi mengingatkan kawasan yang telah diketahui memiliki risiko bencana tinggi tidak semestinya dibiarkan berkembang menjadi kawasan permukiman tanpa mempertimbangkan keselamatan masyarakat.
“Kalau potensi risikonya sudah diketahui, maka perencanaan dan kebijakannya juga harus mengikuti. Jangan sampai masyarakat ditempatkan di kawasan yang kemudian justru membahayakan mereka,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

