Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan menekankan pentingnya persatuan dan semangat gotong royong di kalangan buruh dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi sekaligus memperjuangkan kesejahteraan.
Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang digelar PDI Perjuangan di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026), dengan dihadiri sekitar 1.500 buruh.
Dalam pidatonya, Hasto menyebut bahwa kekuatan kolektif buruh menjadi faktor utama dalam mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
“Dengan gotong royong dalam ide dan pergerakan, serta persatuan buruh, kita bisa mengubah Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Hasto.
Ia juga mengingatkan kembali ajaran Presiden pertama RI Soekarno yang menempatkan perjuangan kemerdekaan sebagai upaya membebaskan rakyat tertindas, termasuk buruh, petani, dan nelayan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan dan harus terus diperjuangkan, terutama dalam memastikan hak-hak dasar buruh terpenuhi.
“Kemerdekaan bagi buruh untuk berserikat, mendapatkan perlindungan, dan kesejahteraan adalah bagian dari upaya meningkatkan peradaban bangsa,” tegasnya.
Hasto juga menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi pekerja saat ini, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga terbatasnya lapangan pekerjaan.
Ia bahkan mengingatkan adanya ancaman deindustrialisasi yang dapat berdampak pada kondisi ketenagakerjaan nasional.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak boleh berhenti pada mempertahankan kondisi, tetapi harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja Indonesia.
“Kita harus bersatu dan menyingsingkan lengan baju agar perlindungan dan kesejahteraan buruh bisa kita perjuangkan bersama-sama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga mencontohkan negara seperti Korea Selatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan pekerjanya melalui pembangunan industri yang kuat.
Acara peringatan ini ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada perwakilan buruh oleh Hasto bersama jajaran DPP PDI Perjuangan, di antaranya Mercy Chriesty Barends, Charles Honoris, Ribka Tjiptaning, dan Rano Karno.
Momen tersebut disambut meriah oleh para buruh yang hadir, mencerminkan semangat solidaritas yang kuat dalam peringatan Hari Buruh tahun ini. (faz/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

